www.kapurnews.com
 
Ngeri, Ini Akibat Kebiasaan Menggigiti Kuku
Jumat, 14-12-2018 - 08:50:17 WIB

TERKAIT:
 
  • Ngeri, Ini Akibat Kebiasaan Menggigiti Kuku
  •  


    KapurNews.com - Sebagian Beberapa orang kerap mempunyai kebiasaan unik, salah satunya menggigiti kuku. Tanpa sadar, mereka sering kali melakukannya saat bekerja, belajar, atau menonton televisi. 

    Menurut penelitian, sekitar 20 hingga 30 persen orang sering menggigiti kuku. Secara medis ini disebut sebagai onychophagia, atau perilaku menggigit kuku sebagai mekanisme mengatasi hal-hal seperti stres, kegelisahan atau kebosanan.

    Namun, kebiasaan menggigit kuku ternyata juga berbahaya, karena dapat mengangkut bakteri jahat dari kuku ke mulut atau menciptakan celah bagi bakteri dan jamur untuk menginfeksi tempat kuku Anda. 

    Dalam wawancara dengan majalah Time, dikutip Health24, pakar gangguan kuku Dr. Richard Scher mencatat bahwa area di bawah kuku adalah tempat berkembang biak yang sempurna untuk bakteri seperti salmonella dan E. coli. 

    Bahkan, sebuah studi oleh para peneliti di Universitas Atatürk di Turki menemukan bahwa 76 persen orang yang menggigit kuku mereka memiliki E. coli dalam air liur mereka, dibandingkan dengan 26 persen yang tidak menggigit.

    Menelan bakteri seperti E. coli, salmonella dan sejenisnya dapat membuat seorang terjangkit penyakit. Umumnya mereka terkena diare, muntah, kram perut, dan demam.

    Selain itu, menggigiti kuku dan kulit di sekitarnya membuka daerah untuk infeksi seperti paronychia. Paronychia adalah infeksi kulit yang menyebabkan area yang terinfeksi membengkak, diikuti oleh beberapa kemerahan dan nyeri ringan. 

    Siapa pun rentan terhadap infeksi ini, yang dapat disebabkan oleh jamur dan bakteri. Gejalanya bisa memburuk dengan cepat ketika disebabkan oleh bakteri.

    Paronychia datang dalam dua bentuk, paronikia akut dan paronikia kronis. Paronikia akut tidak berlangsung lama, tetapi dapat menyebabkan abses terbentuk di sekitar kuku. Paronikia kronis dapat berlangsung selama beberapa minggu pada satu waktu dan dapat kembali. 

    Paronikia kronis dapat menyebabkan kuku terasa keras dan sedikit berubah bentuk. Dalam skenario kasus yang lebih buruk kuku bisa terpisah dari jari.

    Bagi penderita diabetes, paronychia bisa sangat berbahaya. Infeksi dapat menyebar dari kuku ke jaringan tubuh dan tulang. Dalam skenario terburuk, infeksi dapat menyebabkan hilangnya jari tangan dan kaki. (*)

    Sumber: viva.co.id



     
    Berita Lainnya :
  • Ngeri, Ini Akibat Kebiasaan Menggigiti Kuku
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved