www.kapurnews.com
 
Pemuda Kembali Bicarakan Provinsi Riau Pesisir dalam Analisa, Peluang dan Tantangan
Kamis, 09-08-2018 - 20:10:11 WIB
Ketua GP Ansor Rokan Hilir, Muhammad Mukim S.Pd.i memberikan cenderamata piagam kepada tokoh pemuda sekaligus praktisi hukum, Cutra Andika SH. (KapurNews.com)
TERKAIT:
 
  • Pemuda Kembali Bicarakan Provinsi Riau Pesisir dalam Analisa, Peluang dan Tantangan
  •  


    KapurNews.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Rokan Hilir menginiasi dialog pemuda menuju Riau Pesisir serta membahas analisa peluang dan tantangan ke depan. Acara itu dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hilir, Drs Surya Arfan di salah satu hotel di Bagansiapiapi, Kamis 9 Agustus 2018.

    Dalam pidatonya Sekda Surya Arfan mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Rokan Hilir (Rohil) mendukung kegiatan itu dalam rangka pembentukan Riau Pesisir untuk kemajuan Kabupaten Rokan Hilir. Tetapi menurut Sekda masih banyak kekurangan dan segala persiapan untuk membentuk suatu Provinsi.

    Dipaparkannya, syarat utama untuk membentuk suatu provinsi di suatu daerah minimal didukung lima Kabupaten dan Kota. Untuk itu Sekda mengajak seluruh peserta dialog saat ini untuk fokus mendukung Gubernur Riau (Gubri) terpilih untuk membangun daerah.

    "Kita harus mendukung penuh kebijakan Gubernur Terpilih dan kita berharap adanya suatu perhatian khusus untuk Kabupaten Rokan Hilir dalam mewujudkan daerah pisahan antara Riau daratan dengan Riau pesisir," ujarnya.

    Sementara itu, salah satu peserta dialog, H Azan S menyampaikan, dalam membangun Riau Pesisir dan dipusatkan di Bagansiapiapi kemungkinan berat. Sebab, katanya, masih ada Kabupaten Kota yang lain, seperti Kabupaten Meranti, Kabupaten Bengkalis, Kotamadya Dumai dan Kabupaten Siak.

    Menurutnya apabila Riau Pesisir ingin dibentuk harus dilakukan pembahasan dan berjuang secara bersama pula. "Mari kita perjuangkan secara sungguh-sungguh dan minta dukungan dari masing-masing Kabupaten dan bermusyawarah dengan melibatkan Pemerintah Provinsi sehingga pembentukan Riau pesisir dapat terbentuk," sebutnya.

    Hamdani salah satu peserta dialog lainnya menyampaikan bahwa Riau Pesisir sudah dari dulu di programkan, tinggal kita yang melanjutkan. Menurutnya sekarang tergantung kepada pemerintah pusat yang menentukan. "Membiarkan provinsi Riau pesisir terbentuk atau memberikan kewenangan daerah dalam mengolah sumber daya alam (SDA)-nya sendiri," ucapnya.

    Sementara itu dalam sambutannya, Cutra Andika SH yang merupakan Ketua IPK Rokan Hilir segaligus praktisi hukum dan tokoh politik mengatakan untuk pemekaran memerlukan dua syarat, yang pertama adalah syarat dasar daerah dan syarat secara administrative.

    Ketua GP Ansor Rokan Hilir, Muhammad Mukim S.Pd.i memaparkan hasil pertemuan pada hari ini bersama seluruh komponen pemuda sepakat untuk melanjutkan perjuangan demi terbentuknya provinsi Riau pesisir yang telah digelorakan oleh para pendahulu.

    Inisiatif ini sebut Mukim muncul dari beberapa ide dan gagasan kawan-kawan di internal gerakan pemuda Ansor dalam menanggapi berbagai isu-isu yang berkembang di berbagai media dan berbagai komponen masyarakat sehingga isu dan gagasan ini diangkat disebuah forum.

    "Isyaallah hasilnya melahirkan sebuah rekomendasi dan bisa dijadikan rujukan dan melangkah bagi pemuda khususnya untuk melanjutkan perjuangannya dalam rangka mewujudkan Riau pesisir ini," katanya.

    Diuraikannya, secara tidak langsung GP Ansor harus bertanggung jawab terhadap rekomendasi yang telah dihasilkan dari  pertemuan ini dan pihaknya akan menindaklanjuti dengan menemui beberapa stake holder yang memungkinkan untuk mengkomunikasikan tentang dan langkah-langkah serta upaya apa yang harus kita lakukan dalam rangka mewujudkan keinginan kita bersama.

    Sesuai dengan inti-inti dan gagasan gagasan tersebut,  yang pertama adalah regulasi, karena memurutnya regulasi ditingkat pusat masih banyak yang harus dilalui dengan jalan yang berliku.

    Untuk bisa menghasilan sebuah regulasi yang baru itu katanya harus ditembus dengan langkah- langkah hukum karena menyangkut regulasi adalah persoalan hukum yang harus  diselesaikan terlebih dahulu, baik secara administrasi maupun secara geografis.

    Sebab, katanya terbentuknya Riau pesisir ini sudah terangkum dalam berbagai program dari pemerintah yang telah diletakkan dari gagasan dan ide awalnya. 

    "Tinggal pemuda hari ini harus mengambil tanggung jawab itu untuk melanjutkan keinginan demi kepentingan kita bersama. Pada intinya untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat luas, khususnya di wilayah pesisisir," sebut Mukim. (kpr/wis)





     
    Berita Lainnya :
  • Pemuda Kembali Bicarakan Provinsi Riau Pesisir dalam Analisa, Peluang dan Tantangan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    3 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    4 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    5 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    6 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    7 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
    8 Bertemu dengan Kadis Dipersip, Mahasiswa Kuansing di Jogya Dukung Gerakan Ayo Membaca
    9 Seperti Ini Gambaran 2 Fly Over yang Akan Dibangun di Pekanbaru
    10 Mantap!, Bupati Mursini Sebut Kuansing Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Riau
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved