www.kapurnews.com
 
Cari Jejak Sang Kakek Pernah Kerja Tambang Emas, Dua Warga Belanda Sampai ke Kuansing
Minggu, 14-04-2019 - 23:48:33 WIB

TERKAIT:
 
  • Cari Jejak Sang Kakek Pernah Kerja Tambang Emas, Dua Warga Belanda Sampai ke Kuansing
  •  


    KapurNews.com - Dua kakak beradik dari Belanda meneleusuri jejak kakek mereka yang pernah bekerja di tambang emas di Desa Logas, Muara Lembu, Kuantan Singgingi.

    Dua turis asal Negeri Kincir Angin tersebut tersebut tiba di Kuansing, pada Kamis 11 April 2019 lalu. Mereka mengaku kakek mereka pernah bekerja di perusahaan Bengkalis Campanie yang mengoperasikan tambang emas di Desa Logas, tahun 1938 yang lalu.

    Keduanya masih memiliki foto-foto yang ditinggal sang kakek mengenai bangunan perusahan tambang emas dan juga barak-barak di mana mereka tinggal selama bekerja di Logas 81 tahun lalu.

    Bahkan peta lokasi tambang dan peta Riau saat itu juga mereka miliki. Dokumentasi itu mereka bawa saat menelusurui jejak sang kakek di Kuansing. Dengan peta tersebut dan denah lokasi tambang menggunakan GPS, mereka akhirnya dapat menemukan lokasi barak kakek mereka tinggal, yang ternyata sekarang sudah berada di areal perkebunan karet dan lokasi dompeng.

    Mereka juga mengaku sudah lama berniat mengunjungi Logas. Bahkan di Belanda sana terdapat perkumpulan keluarga warga Belanda yang kakek dan orang tua mereka pernah bekerja ditambang emas Logas.

    Setiap tahun mereka berkumpul bersilahturahmi dan berbagi informasi mengenai kondisi terbaru di mana kakek mereka pernah bekerja di luar negeri khusus di Logas.

    Mereka ingin mengetahui dan melihat langsung dari dekat tempat kakek dan orang tua mereka yang pernah bekerja di rimba belantara Pulau Sumatera 81 tahun silam.

    Untuk membayangkan bagaimana perjalanan panjang dan rumit yang dilewati sang kakek dan orang tua dari Belanda hingga ke Logas.

    Ketika mereka sampai di barak, di mana kakek mereka pernah tinggal, mata kedua warga asal Belanda tersebut bahagia bercampur haru. Tidak menyangka mereka bisa sampai juga dimana kakek mereka pernah tinggal.

    Tidak hanya mereka, perkumpulan mereka di Belanda juga ingin mengetahu kondisi terbaru lokasi dimana kakek dan orang tua mereka bekerja di masa lalu.

    Sebelum ke Kuansing, mereka mengontak agen perjalanan wisata di Pekanbaru untuk dibawa ke lokasi. Agen travel kemudian berkomunikasi dengan Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kuansing, Indra Suandy yang akhirnya turut mendampingi kedua waga Belanda tersebut ke lokasi.

    "Turis asal Belanda itu Jacque Van Dijk dan adik perempuannya. Dengan GPS mereka menemukan barak tempat kakek mereka tinggal dulu. Sekarang sudah menjadi kebun, namun bekas pondasinya masih ada,” ujar Indra Suandy.

    "Terduduk mereka saat sampai di lokasi bekas barak kakeknya dan menangis," ujarnya.

    Begitu juga sungai mess yang mereka tanyakan, juga masih ada. Menurut kedua turis itu, sungai mess tersebut terdapat dalam denah kakek mereka. Itu diakui oleh Kades Logas dan tetua kampung Logas yang hadir saat itu.

    Menurut mereka dikawasan itu memang terdapat Sungai Mess yang namanya menurut cerita orang tua diberikan para pekerja asal Belanda dan luar negeri lain yang pernah bekerja di sana dimasa silam.

    "Mereka bahagia dan terharu serta menangis akhirnya sampai di lokasi di mana kakek mereka pernah bekerja di luar negeri. Lama sudah mereka mengimpikan untuk sampai ke sini, mereka juga berniat membawa anggota perkumpulan lain ke sini termasuk anak cucu mereka untuk menelesuri jejak sejarah keluarga,” katanya.

    Usai dari Logas katanya, mereka diajak ke kota Teluk Kuantan dan diberikan cendera mata miniatur jalur dan dijamu di kodai topi sawah. Pacu jalur sudah ada sejak zaman Belanda dan diharapkan mereka turut mempromosikan di Belanda sana.

    Menurut kedua turis tersebut, kakek mereka sering ke Teluk Kuantan saat bekerja di Logas. Namun berdasarkan foto-foto yang dimiliki sang kakek, kota teluk Kuantan saat ini sudah jauh berubah.

    “Tidak seperti yang mereka bayangkan lagi, bayangan mereka tentu seperti foto-foto yang dimiliki sang kakek, termasuk lokasi tambang emas Logas,” ujarnya.

    Indra juga menambahkan dalam waktu dekat turis Amerika Serikat juga berkeinginan ke Kuansing.

    Sisa peninggalan Belanda dan Jepang sebenarnya masih banyak tersisa di Kuansing, bahkan diantaranya masih digunakan masyarakat Kuansing. Mulai dari bekas rel-rel kereta api di sekitar Kecamatan Hulu Kuantan hingga bangunan tata air.

    Peninggalan Belanda yang masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat saat ini masing-masing turap penahan tebing depan Balai Diklat atau dekat bangunan tribun star arena pacu jalur Tepian Narosa Teluk Kuantan yang dibangun sejak tahun 1930 an.

    Begitu juga bangunan saluran pembuangan air yang membuat kota Teluk Kuantan relatif bebas dari banjir sampai kini. Belanda membuat tiga saluran air ke Sungai Kuantan salah satu yang terbesar berada di bawah bekas terminal yang sekarang menjadi arena taman jalur Teluk Kuantan. 

    Tiga saluran air tersebut masih kokoh hingga saat ini dan masih berfungsi dengan baik.

    Akibat kokohnya bangunan yang dibuat Belanda baik turap dan saluran air, joke-joke di tengah masyasakat terhadap bangunan, buatlah seperti Belanda membangun. (kpr/ktc)




     
    Berita Lainnya :
  • Cari Jejak Sang Kakek Pernah Kerja Tambang Emas, Dua Warga Belanda Sampai ke Kuansing
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved