www.kapurnews.com
 
Hendak Buat Paspor, Alamsyah Ngaku Ditipu
Kamis, 14-06-2018 - 20:23:31 WIB

TERKAIT:
 
  • Hendak Buat Paspor, Alamsyah Ngaku Ditipu
  •  


    KapurNews.com -  Alamsyah, warga Desa Sipungguk, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar mengaku ditipu oleh MA, warga setempat sekitar 6 tahun lalu.

    Kejadian itu disaat Alamsyah yang ingin mengurus paspor melalui MA untuk pergi ke Malaysia. Namun, hingga kini paspor tersebut  tak kunjung selesai.

    Hal itu dikatakannya kepada wartawan pada Jum’at 8Juni 2018 lalu di Balai Bupati Kampar usai acara berbuka puasa bersama.

    Saat itu aku Alamsyah, dirinya bertanya kepada MA untuk pengurusan paspor. Saat itu, MA menyanggupi permintaan Alamsyah. "Waktu itu, dia mengaku bisa menguruskan paspor," ujar Alamsyah.

    Pada saat itu, MA minta kepada Alamsyah biaya penggurusan paspor tersebut. "Mari duitnya, tunggu seminggu,” kata MA seperti ditirukan Alamsyah.

    Setelah biaya pengurusan diserahkan, MA beralasan paspor tidak bisa dibuat. "Masalahnya, waktu itu saya baru pulang dari malayasia. Rencananya saya pada waktu itu mau buat paspor baru lagi, tapi sampai sekarang hangus begitu saja,” ungkap Ucok.

    “Untuk biaya pengurusan paspornya pada waktu itu, saya kena sekitar Rp800.000. Sampai sekarang paspornya tidak kunjung selesai. Sewaktu saya bertanya sama MA. Ia mengatakan kepada saya, untung kamu tidak masuk penjara,” kata MA kapada Alamsyah.

    Sesuai perjanjian, jika batal pengurusan paspor batal, uang akan dikembalikan sekitar 50 persen. Kenyataannya hingga kini tidak sama sekali.

    “Pada waktu itu saya minta dikembalikan lagi uang saya, dia menjawab uang kamu hangus,” kata Ucok menirukan MA.

    MA, ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya mengatakan, bahwa paspor Alamsyah itu double/ganda.

    “Dia itu dulu pernah buat paspor. Kemudian dia buat paspor lagi. Tapi di Imigrasi ketahuanlah barang ini. Sedangkan ini sudah disetorkan sama orang Imigrasi. Tahu-tahu, dia sudah pernah buat paspor, mana boleh buat paspor itu 2 buah,” terangnya.

    Sedangkan uang itu sudah disetorkan tidak masalah. MA mengaku heran kenapa baru sekarang uang tersebut dipermasalahkan. "Kenapa baru sekarang dipermasalahkan,” ujar MA.

    Mengenai biaya pembuatan paspor itu, MA tidak mau mengakui bahwa telah menerima uang dari Alamsyah sekitar Rp800.000. “Mana bukti pemberian uang tersebut, kalau tidak terbukti saya laporkan dia," tegasnya. (kpr/ind)



     
    Berita Lainnya :
  • Hendak Buat Paspor, Alamsyah Ngaku Ditipu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    3 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    4 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    5 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    6 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    7 Bertemu dengan Kadis Dipersip, Mahasiswa Kuansing di Jogya Dukung Gerakan Ayo Membaca
    8 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
    9 Mantap!, Bupati Mursini Sebut Kuansing Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Riau
    10 Warga Kota Tengah Rohul Keluhkan Kondisi Jalan yang Rusak Menahun
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved