www.kapurnews.com
 
Ini Fakta Baru dalam Kasus Pemalsuan Tandatangan Bupati Bengkalis
Kamis, 07-12-2017 - 15:11:21 WIB

TERKAIT:
 
  • Ini Fakta Baru dalam Kasus Pemalsuan Tandatangan Bupati Bengkalis
  •  

    KapurNews.com - Fakta baru terungkap dalam sidang lanjutan pemalsuan tandatangan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin pada proyek Penerbitan Izin Prinsip Pembangunan Kepariwisataan di Pulau Rupat, Rabu (6/12/2017) kemarin.

    Bukan hanya tandatangan Bupati Amril yang dipalsukan, karena ternyata proposal PT Bumi Rupat Indah (BRI), tandatangan Direkturnya juga dipalsukan setelah dihadirkan tiga saksi, yakni Ahli Laboratorium Forensik (Labfor) AKBP Ungkap Siahaan dari Medan, saksi Ahli Pidana Erdiansyah dan saksi ahli bahasa Dudung Burhanuddin dari Universitas Riau.

    Dalam sidang itu, terkuak bahwa pemalsuan tandatangan Direktur PT. BRI ini dilakukan oleh Konsultan Perencana Alfian Nur, yang sebelumnya sudah dihadirkan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

    Saat itu, Alfian Nur juga mengakui dihadapan majelis Hakim yang dipimpin Hakim Zia Ul Jannah dengan didampingi Hakim anggota Wimmi D. Simarmata, dan Aulia Fhatma Widhola, bahwa dirinya yang memalsukan proposal tandatangan Direktur PT. BRI, Swarya Tabun, atas persetujuan pemilik perusahaan yakni Johan Ming.

    Mendengar pengakuan tersebut, Majelis Hakim meminta penjelasan kepada saksi ahli pidana Erdiansyah, setelah ditemukan fakta persidangan, bahwa proposal dari PT. BRI juga dipalsukan, apakah perlu juga dilakukan penyelidikan, dan apa yang harus dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Saksi Ahli Pidana Erdiansyah menjawab, pihak JPU tetap wajib melakukan pemeriksaan temuan baru dalam fakta persidangan, karena Proposal sudah digunakan untuk menerbitkan dari Pemkab Bengkalis yang tandatangan Bupati juga dipalsukan.

    "Artinya pemalsuan tandatangan dari pihak PT. BRI itu, sudah tidak menjadi delik aduan lagi, tapi delik biasa, artinya tanpa harus ada yang melapor, Alfian Nur dan Johan Ming perlu dihadirkan saksi terkait pemufakatan pemalsuan tandatangan Proposal PT. BRI. Karena sudah masuk mata-rantai dalam satu kasus dengan pemalsuan TDD Bupati," jawab Saksi Ahli Pidana Erdiansyah, seperti dilansir dari Antara.

    Dalam sidang tersebut juga dihadiri terdakwa Bukhari (52) dan terdakwa Muska Arya (42) bersama kedua Pedamping Hukum (PH).

    Sidang ini akan dilanjutkan pada hari Selasa (12/12/2017), dengan menghadirkan kembali saksi dari Konsultan Alfian Nur. Dan dari Bupati Amril, Rikki Rihardi, pemilik perusahaan PT. BRI Johan Ming dan Direkturnya Swarya Tabun. (kpr)




     
    Berita Lainnya :
  • Ini Fakta Baru dalam Kasus Pemalsuan Tandatangan Bupati Bengkalis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    2 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    3 Mantap!, Bupati Mursini Sebut Kuansing Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Riau
    4 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    5 Warga Kota Tengah Rohul Keluhkan Kondisi Jalan yang Rusak Menahun
    6 Alhamdulillah, Istana Siak Terpilih Sebagai Situs Sejarah Terpopuler Kedua di Indonesia
    7 Mantap, Pacu Jalur Dinobatkan Sebagai Pariwisata Terpopuler di Indonesia
    8 Raih Emas Ajang O2SN Tingkat Nasional, Pelajar Marsudirini Tualang Lolos ke Belgia
    9 KPU Kuansing Bakal Rekrut Anggota PPK, PPS dan KPPS, Ini Persyaratannya
    10 Mantap, Bolu Berendam Juara I Ajang Pesona Indoensia
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved