www.kapurnews.com
 
Presiden Sorot Konflik PTPN V dengan Warga Kampar
Jumat, 03-05-2019 - 13:27:15 WIB
Kantor Pusat PTPN V
TERKAIT:
 
  • Presiden Sorot Konflik PTPN V dengan Warga Kampar
  •  


    KapurNews.com - Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 3 Mei 2019. Rapat masih membahas mengenai sertifikasi tanah. 

    Mengingat masih banyaknya konflik tanah, baik antara sesama masyarakat, maupun masyarakat dengan negara. "Seperti juga yang terakhir saya temui yaitu yang berkaitan dengan kasus tanah antara rakyat dan PTPN yang terjadi di Provinsi Riau di Kabupaten Kampar," kata Jokowi dalam sambutan rapat. 

    Konflik yang dimaksud adalah antara PTPN V dengan warga Kampar Riau. Ada sekitar 2.800 hektare lahan yang menjadi sengketa. Menurut warga, lahan itu adalah tanah ulayat mereka yang dikuasai PTPN V. 

    Jokowi yakin, masalah seperti ini tidak hanya di Kabupaten Kampar. Tapi banyak persoalan lain juga di daerah, yang menjadi konflik antara negara melalui BUMN dengan masyarakat lokal. "Saya minta segera diselesaikan secepat-cepatnya, dituntaskan agar rakyat memiliki kepastian hukum ada rasa keadilan," katanya. 

    Konsesi yang diberikan ke swasta atau BUMN, Jokowi menegaskan, jika di dalamnya ada desa atau perkampungan maka harus diberikan juga ke masyarakat desa itu. 

    Sebab, Jokowi ingin pemerintah berlaku adil. Mengingat, warga itu sudah tinggal cukup lama di lahan tersebut. "Berikan kepada masyarakat kampung desa, kepastian hukum saya sampaikan, kalau yang diberi konsesi sulit-sulit, cabut konsesinya," ujarnya. 

    Jokowi mengatakan, kepastian hukum dan rasa keadilan harus diutamakan. Jangan karena diberi konsesi, lalu mengorbankan masyarakat desa yang sudah hidup dan menetap lama. 

    "Rasa keadilan dan kepastian hukum harus dinomorsatukan, sudah jelas di situ sudah hidup lama di situ malah kalah dengan konsesi yang baru saja diberikan," katanya.

    Penyelesaian oleh Badan Pertanahan Nasional selama ini, menurut Jokowi, sudah baik. Namun karena konflik tanah ini hampir di semua wilayah, perlu langkah sistemik, dalam menyelesaikan satu per satu. 

    Mengenai program sertifikasi tanah, Jokowi menegaskan, tetap melanjutkan program yang sudah dijalankan sejak 2016 itu. "Kita harapkan di 2024-2025 sertifikat di seluruh Tanah Air akan selesai semuanya," katanya. (*)

    Sumber: VIVA



     
    Berita Lainnya :
  • Presiden Sorot Konflik PTPN V dengan Warga Kampar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved