www.kapurnews.com
 
Kredit Fiktif, Pegawai BRI Meranti Didakwa Rugikan Negara Rp1,7 Miliar
Selasa, 29-01-2019 - 22:26:24 WIB

TERKAIT:
 
  • Kredit Fiktif, Pegawai BRI Meranti Didakwa Rugikan Negara Rp1,7 Miliar
  •  


    KapurNews.com - Delvi Hartanto, menjalani sidang perdana dalam perkara dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) fiktif di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Teluk Belitung, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa 29 Januari 2019.

    Sidang digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru dengan agenda pembacaan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Kejari Kepulauan Meranti. Ketua Majelis hakim dipimpin Dahlia Panjaitan.

    Dalam dakwaan jaksa, Muhammad Ulinnuha menyebutkan perbuatan Delvi merugikan negara dengan melakukan tindak pidana korupsi penyaluran kredit fiktif. Ulinnuha menyebutkan, total kerugian negara sebesar Rp1.782.062.261.

    Jaksa menjelaskan, kasus itu terjadi pada 2015-2016 lalu, saat terdakwa Delvi yang merupakan mantri (surveyor) di BRI Unit Teluk Belitung, memberikan pinjaman kredit usaha dengan nama masyarakat yang ternyata fiktif.

    Tak sendirian, Delvi melakukan itu bersama rekan kerjanya inisial FD yang saat ini masih buronan karena kabur saat ditetapkan sebagai tersangka. Delvi dinilai menyalahgunakan kewenangan dalam menganalisa permohonan kredit.

    "Dalam permohonan kredit nasabah, terdakwa bersama FD, membuat dokumen anggunan palsu. Surat Keterangan Usaha, KTP nasabah dibuat seakan-akan asli. Selain itu, permohonan dokumen itu tanpa diketahui nasabah itu sendiri," katanya.

    Tak hanya itu, bahkan KTP nasabah digunakan sebagai orang yang mengajukan kredit. Namun setelah cair, duit negara itu dinikmati oleh kedua tersangka.

    Penerima kredit ternyata tidak satu orang, tapi ada masyarakat yang memang sebagai nasabah di BRI tersebut, serta penerima KUR. Namun, warga yang menerima KUR itu ditipu oleh Delvi.

    "Angsuran tiap bulan yang diberikan nasabah tidak disetorkan terdakwa ke bank tempatnya bekerja," ujarnya.

    Perbuatan terdakwa terbongkar ketika ditemukan hasil audit bahwa terdakwa menikmati kredit nasabah sekitar Rp926.782.543, dan tersangka FD menerima sekitar Rp842.267.378. Sehingga total kerugian negara sebesar Rp1.782.062.261.

    "Terdakwa Delvi dijerat pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU RI nomor 20 tahun 2001 RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," katanya. (*)

    Sumber: merdeka.com



     
    Berita Lainnya :
  • Kredit Fiktif, Pegawai BRI Meranti Didakwa Rugikan Negara Rp1,7 Miliar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved