www.kapurnews.com
 
KPK Duga Suap Proyek SPAM Daerah Bencana di KemenPUPR Sistematis
Senin, 31-12-2018 - 07:43:58 WIB
Febri Diansyah 
TERKAIT:
 
  • KPK Duga Suap Proyek SPAM Daerah Bencana di KemenPUPR Sistematis
  •  


    KapurNews.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menilai operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terhadap sejumlah pejabat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus menjadi peringatan untuk melakukan perbaikan di dalam lembaga atau kementerian.

    "Mestinya OTT kemarin jadi warning bagi PUPR secara institusional untuk melakukan perbaikan ke dalam," kata Febri saat dikonfirmasi Okezone, Minggu 30 Desember 2018.

    Kasus korupsi itu sendiri terkait proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) tahun anggaran 2017–2018. Ironinya kasus ini berkaitan dengan penyediaan air minum di daerah bencana tsunami di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

    Berdasarkan kasus itu, Febri menduga bahwa korupsi di Kementerian PUPR dilakukan secara sistematis. Sebab, pengaturan fee dalam kasus itu ditemukan tidak hanya satu proyek, melainkan banyak proyek lainnya.

    "Kalau kita lihat kasus yang diproses terkait SPAM ini, kami menduga ini terjadi sistematis, karena ternyata pengaturan fee tidak saja terjadi di satu atau dua proyek, tapi sejumlah proyek," paparnya.

    Ia juga meminta agar dana dari pemerintah tersebut tidak disalahgunakan. "Niat baik untuk mengalokasikan anggaran yang besar untuk infrastruktur jangan sampai disalahgunakan oleh pejabat-pejabat di kementerian," tegasnya.

    Seperti diketahui KPK menetapkan delapan tersangka terkait kasus dugaan suap ‎terhadap pejabat Kementeriaan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017–2018.

    Delapan tersangka tersebut yakni ‎Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE), Budi Suharto (BSU); Direktur PT WKE, Lily Sundarsih Wahyudi (LSU), Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma (IIR); dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo. Keempatnya diduga sebagai pihak pemberi suap.

    Sedangkan sebagai penerima suap, KPK menetapkan empat pejabat Kementerian PUPR. Mereka adalah Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE); PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR); Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN); serta PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA). (*)

    Sumber: Okezone




     
    Berita Lainnya :
  • KPK Duga Suap Proyek SPAM Daerah Bencana di KemenPUPR Sistematis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved