www.kapurnews.com
 
Terkait Pembangunan Gedung, Mantan PD II Fisipol Universitas Riau Vonis Bersalah
Jumat, 28-12-2018 - 11:42:01 WIB

TERKAIT:
 
  • Terkait Pembangunan Gedung, Mantan PD II Fisipol Universitas Riau Vonis Bersalah
  •  


    KapurNews.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru menjatuhkan vonis bersalah berupa hukuman dua tahun penjara kepada mantan Pembantu Dekan (PD) II Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Riau (Unri) Heri Suryadi.

    Ketua majelis hakim Bambang Myanto dalam putusannya, di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kota Pekanbaru, Kamis 27 Desember 2018 petang, menyatakan Heri terbukti bersalah melakukan korupsi proyek pembangunan gedung Fisipol.

    Selain Heri Suryadi, hakim juga memvonis kontraktor proyek Ruswandi, dengan hukuman satu tahun lebih tinggi yakni tiga tahun penjara.

    Heri dan Ruswandi dinyatakan bersalah melanggar pasal 3 Undang Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    "Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Heri Suryadi dan terdakwa Ruswandi dengan pidana penjara selama 3 tahun, dipotong masa tahanan," kata Ketua majelis hakim Bambang Myanto, didampingi hakim anggota Dahlia Panjaitan dan Hendri.

    Selain penjara, kedua terdakwa juga dihukum membayar denda masing-masing Rp50 juta atau subsider 3 bulan kurungan. Namun, Ruswandi kembali mendapat hukuman lebih berat dibanding mantan pembantu dekan, yakni diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp940.245.271.

    "Dalam satu bulan setelah putusan inkrah, harta benda terdakwa (Ruswandi) disita untuk mengganti kerugian negara. Hukuman itu juga bisa diganti dengan penjara selama 6 bulan," ujar hakim dalam amar putusannya.

    Majelis hakim mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung pemerintah memberantas korupsi dan terdakwa sudah pernah dihukum.

    Atas hukuman itu, Heri Suryadi dan Ruswandi menyatakan pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Hak serupa juga dilakukan jaksa penuntut umum (JPU) Oka Regina dan kawan-kawan. "Pikir-pikir yang mulia," kata Oka.

    Sebelumnya, jaksa menuntut Heri Suryadi dan Ruswandi dengan penjara masing-masing 3 tahun, denda masing-masing sebesar Rp50 juta atau subsider 6 bulan kurungan.

    Ruswandi juga dituntut mengganti kerugian negara sebesar RpRp940.245.271,82. Ruswandi telah mengembalikannya melalui kejaksaan sebesar Rp300 juta.

    Heri Suryadi merupakan terpidana kasus korupsi dalam perkara korupsi pengadaan Program Integrasi Akademik dan Administrasi Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) Batam, Provinsi Riau.

    Ia divonis dengan penjara selama 1 tahun 5 bulan.

    Sedangkan Ruswandi merupakan mantan karyawan PT Waskita Karya (WK) selaku Komisaris PT Usaha Kita Abadi yang mengerjakan proyek pembangunan gedung Fisipol. Ia juga menjadi terdakwa dalam perkara perusakan plang nama.

    Dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan gedung Fisipol Unri terjadi pada 2012 lalu, dan gagal hingga dua kali. Akibatnya, panitia lelang melakukan penunjukan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan.

    Padahal, proyek hanya boleh dikerjakan oleh peserta lelang yang telah mendaftar, karena dalam pendaftaran peserta pastinya membuat surat keterangan penyanggupan. Namun oleh panitia lelang dipilih rekanan yang tidak sama sekali mendaftar.

    Bahkan, proses penunjukan tersebut dilakukan oleh panitia lelang bersama ketua tim teknis kegiatan. Kontrak kerja ditandatangani oleh direktur rekanan yang diduga dipalsukan di depan panitia lelang.

    Dalam pengerjaannya, pada akhir Desember 2012 pekerjaan hanya selesai 60 persen, tapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Jaksa menduga, ada kongkalikong antara tim teknis yang menyatakan kalau pengerjaan sudah 100 persen.

    Bahkan perusahaan rekanan tidak diblacklist oleh panitia dan juga tidak dikenakan denda meski bermasalah.

    Menurut aturan, besaran denda adalah 5 persen dari total anggaran yang diyakini sebesar Rp9 miliar yang bersumber dari APBN Perubahan tahun 2012.

    Berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau, tindakan itu mengakibatkan kerugian negara Rp940.245.271. (*)

    Sumber: Antara



     
    Berita Lainnya :
  • Terkait Pembangunan Gedung, Mantan PD II Fisipol Universitas Riau Vonis Bersalah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved