www.kapurnews.com
 
Sandiaga dan Fadli Jadi Menteri Jokowi-Maaruf?
Selasa, 08-10-2019 - 07:18:49 WIB

TERKAIT:
 
  • Sandiaga dan Fadli Jadi Menteri Jokowi-Maaruf?
  •  


    KapurNews.com - Tepat pada 20 Oktober 2019, presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan dilantik. Seiring dengan hal itu, rumor seputar sosok yang akan mengisi kabinet Jokowi-Ma'ruf bermunculan.

    Selain dari Koalisi Indonesia Kerja yang sejak awal mendukung Jokowi-Ma'ruf, nama-nama menteri disebut-sebut juga berasal dari pihak seberang. Tidak terkecuali dari Partai Gerakan Indonesia Raya yang merupakan motor utama Koalisi Indonesia Adil dan Makmur pengusung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

    Sejauh ini terdapat tiga nama yang mencuat, yaitu Sandiaga dan dua wakil ketua umum partai, yakni Fadli Zon dan Edhy Prabowo. Ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 7 Oktober 2019, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani memberikan penjelasan terkait rumor itu.

    "Begini memang ada pembicaran antara orang yang minta presiden berkomunikasi dengan kita untuk membicarakan tentang kemungkinan kita bisa berkoalisi atau kemungkinan kita bisa masuk dalam pemerintahan," kata Muzani.

    Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Republik Indonesia itu menuturkan, Prabowo selaku ketua dewan pembina dan ketua umum belum mengambil keputusan. Apakah berkoalisi atau berada di dalam barisan oposisi.

    "Terhadap pembicaraan itu Pak Prabowo merasa bahwa kita ini adalah kekuatan parpol yang justru berseberangan dengan Pak Jokowi atau menjadi kompetitor Pak Jokowi dalam pilpres yang lampau," ujar Muzani.

    "Sehingga beliau (Prabowo) terhadap tawaran itu berpikir kalau sampai iya, kalau ini benar bahwa ini adalah panggilan negara, tugas negara, maka beliau memikirkan bahwa panggilan dan tugas negara tersebut harus dimaknai sebagai sebuah cara kita untuk menyicil membayar utang kampanye," lanjutnya.

    Muzani mencontohkan, semasa kampanye, Prabowo pernah berjanji ingin mewujudkan swasembada energi. Konkretnya, mungkinkah rakyat menikmati tarif listrik murah. Sehingga tidak membebani ekonomi masyarakat. Konsep-konsep itu, menurut Muzani, sudah disampaikan secara tertulis kepada Jokowi dan pihak-pihak terkait.

    "Jika ini dianggap tidak bertentangan atau malah diterima tentu kita bicara portofolio tentang kemungkinan orang, portofolio dan orang yamg kemungkinan bisa jalankan konsep itu. Tapi jika konsep itu ternyata dianggap tidak diterima atau malah bertentangan dan tentu ini berbeda jalan dalam hal kita memikirkan masa depan bangsa. Oleh karena itu, ini yang sedang kita tunggu," kata Muzani.

    Kabar bergabungnya Gerindra ke dalam koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf juga tak lepas dari dinamika pada pemilihan Ketua MPR RI beberapa waktu lalu. Saat itu, Gerindra yang semula ngotot menyorongkan Muzani sebagai ketua, berbalik arah dan mendukung sikap delapan fraksi lain dan kelompok DPD menyetujui politikus Partai Golongan Karya Bambang Soesatyo.

    "Hasil konsultasi Bapak Prabowo Subianto dengan Ibu Hajah Megawati Soekarnoputri Presiden kelima RI, maka Bapak Prabowo dan Ibu Megawati bersepakat untuk kepentingan lebih besar. Kami bersepakat untuk terus menjaga MPR dalam forum musyawarah, dalam memutuskan berbagai kebijakan penting dalam membangun bangsa dan negara," kata Ketua Fraksi Gerindra di MPR Ahmad Riza Patria.

    Tanggapan Sandiaga
    Sandiaga telah memberikan respons perihal kabar bahwa dia menjadi satu dari tiga kandidat menteri yang disorongkan Gerindra.

    "Saya baru lihat berita, tapi saya sendiri belum sempat berkoordinasi dengan Pak Prabowo. Jadi itu, menurut saya belum sesuatu hal yang terkonfirmasi," katanya di Desa Losari, Kecamatan Grabag, Magelang, Minggu 6 Oktober 2019, seperti dilansir Detik.com.

    "Menurut saya, saya selalu sampaikan kita harus mampu untuk sama-sama membangun negeri kita dan sebagai peserta pemilu yang belum terpilih kemarin. Pandangan saya bahwa kita harus bisa juga ikut membangun negara tapi dari luar pemerintahan," lanjutnya.

    Lebih lanjut, dia mengaku belum ada tawaran terkait kursi menteri. Kalaupun ada, Sandiaga mengaku akan berdikusi dengan Prabowo. "Karena saya rencananya nanti akan bergabung lagi sama bersama Gerindra. Tentunya keputusan itu akan diambil oleh Pak Prabowo," ujarnya.

    sumber: dtc/cnbc.




     
    Berita Lainnya :
  • Sandiaga dan Fadli Jadi Menteri Jokowi-Maaruf?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 Peranan Badan Kesbangpol dalam Membina Ormas dan LSM
    9 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    10 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved