www.kapurnews.com
 
PPP Anggap Wajar Kader Merapat ke Prabowo-Sandi
Kamis, 24-01-2019 - 20:53:35 WIB

TERKAIT:
 
  • PPP Anggap Wajar Kader Merapat ke Prabowo-Sandi
  •  


    KapurNews.com - Arsul Sani, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengakui masih ada kader akar rumput yang mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Namun, pembelahan dukungan itu dinilai masih dalam tahap wajar.

    Hal ini menanggapi hasil survei lembaga Indikator Politik yang menyebut sebanyak 43,2 persen kader PPP mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Sementara 53,7 persen mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Padahal, PPP merupakan salah satu parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin.

    "Kalau dikatakan masih tinggi, wajar saja, terutama untuk PPP dan Golkar karena ini memang ini ada shifting position dari yang awalnya ke Pak Prabowo lalu kemudian kepada Pak Jokowi," kata Arsul, Rabu 24 Januari 2019.

    Arsul menjelaskan pada pilpres 2014, tingkat dukungan kader ke Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla hanya sebesar 31 persen. Sedangkan, dukungan ke Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa mencapai angka 57 persen.

    Namun, angka dukungan ke Jokowi disebut meningkat usai PPP bergabung mendukung pemerintahan. Dari survei internal pada 2017, angka dukungan ke Jokowi diklaim naik menjadi 40 persen, sementara ke Prabowo diklaim turun mencapai 25 persen.

    "Tingkat dukungan ini meningkat terus. Tetapi memang split voters di PPP itu masih diakui. Masih ada," katanya.

    Menurut Arsul, berdasarkan hasil survei internal terakhir, saat ini jumlah dukungan ke Jokowi-Ma'ruf di struktural partai dari tingkat pusat sampai ranting mencapai 85 persen. Namun, itu baru di tataran struktural.

    "Tapi kan kalau survei kan basisnya kan akar rumput, bukan struktur. Jadi kalau dari sisi struktur boleh dibilang tidak ada masalah," tandasnya.

    Untuk itu, PPP kata Arsul telah melakukan langkah khusus agar kader akar rumput solid mendukung Jokowi-Ma'ruf. Salah satunya dengan strategi micro canvasing dan micro targeting ke daerah-daerah yang masih ada resistensi kepada Jokowi dan langsung dilakukan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy.

    "Kemarin seminggu terakhir ada di Sulawesi. Dua hari lalu di Gorontalo. Itu terus. Tidak ada cara lain. Karena apa, karena labeling itu kan dikembangkan melalui media sosial (medsos)," ujar Arsul. 

    "Kalau kita kontrol lewat medsos kan yang ada ribut aja di medsos. Maka satu satunya cara ya dengan micro targeting, micro canvasing; datangin orangnya, diajak diberi informasi tentang yang sebenarnya," lanjutnya. (*)

    Sumber: cnnindonesia



     
    Berita Lainnya :
  • PPP Anggap Wajar Kader Merapat ke Prabowo-Sandi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved