www.kapurnews.com
 
Debat Capres Isu HAM, Jokowi Dinilai Tersandera dan Prabowo Bakal Leluasa
Rabu, 16-01-2019 - 21:18:38 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Debat Capres Isu HAM, Jokowi Dinilai Tersandera dan Prabowo Bakal Leluasa
  •  


    KapurNews.com - Mantan Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebut, capres nomor urut 01, Jokowi akan tersandera masalah HAM dalam debat capres - cawapres, Kamis 17 Januari 2019. Sebab, Jokowi memberi harapan palsu kepada rakyat soal penyelesaian HAM.

    "Debat besok itu Jokowi tersandera. Karena Jokowi jadi Presiden 2014 kan mengkapitalisasi persoalan HAM dan mobilisasi seluruh elemen pembela kemanusiaan dan korban HAM, memberi harapan akan menyelesaikan persoalan hak asasi manusia dan membangun Indonesia berbasis HAM. Tapi sampai sekarang tidak ada hasil," kata Pigai di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 16 Januari 2019.

    Analisa Pigai, Jokowi bakal kelimpungan. Sebaliknya, dia justru yakin Prabowo mendominasi debat perdana capres di tema HAM. Pasalnya, serangan HAM terhadap Prabowo di Pilpres 2019 ini lebih ringan dibanding Pilpres 2009 dan 2014.

    "Dia sudah sangat tersandera dan kali ini pemenangnya adalah Prabowo. Nyatanya tekanan tidak seperti 2014 kan? Anda lihat bagaimana 2014 dan 2009 Prabowo mendapat tekanan bertubi-tubi dari HAM tapi hari ini dia merasa diri pemenang," ujar Pigai.

    "Menangnya karena apa? karena kegagalan Jokowi. Tertulis dalam Nawacita, menggerakkan mobilisasi termasuk institusi HAM. Kita tersandera oleh sebuah harapan yang akan luar biasa ke depan bahwa seluruh persoalan bangsa ini akan diselesaikan," tambahnya.

    Dia mengaku kecewa. Sebab, selama empat tahun memimpin, Jokowi tak pernah mengundang aktivis maupun Komisioner HAM di era Natalius Pigai untuk berkonsultasi. Ditambah, di pidato kenegaraan tanggal 17 Agustus 2018 lalu, Jokowi tak menyinggung masalah HAM.

    "Jadi kenapa seluruh civil society terutama pembela HAM sama sekali tidak respek sama presiden Jokowi ya memang begitu. Ini kita tidak bicara dukung siapa-siapa ya. Tapi inilah yang menyebabkan posisi Jokowi tersandera karena dia tidak terpenuhi semua harapan ini," ucapnya.

    Lebih jauh, Pigai sudah memberikan masukan kepada kedua capres soal membangun Indonesia berbasis HAM. Salah satu capres sudah memberi respon. Pigai enggan memberitahu siapa capres tersebut. Dia berharap, baik Jokowi maupun Prabowo adalah orang bersih dan komitmen membangun Indonesia berbasis HAM.

    "Kita harap ini orang yang bersih akan bisa mempu menyelesaikan dan kedua dia akan mampu membangun Indonesia berbasis HAM," harapnya. (*)

    Sumber: merdeka.com



     
    Berita Lainnya :
  • Debat Capres Isu HAM, Jokowi Dinilai Tersandera dan Prabowo Bakal Leluasa
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved