www.kapurnews.com
 
Satgas Kasus Novel Dinilai Taktik Kubu Jokowi Tangkis Kritik Saat Debat
Minggu, 13-01-2019 - 09:43:20 WIB
Novel Baswedan
TERKAIT:
 
  • Satgas Kasus Novel Dinilai Taktik Kubu Jokowi Tangkis Kritik Saat Debat
  •  


    KapurNews.com - Polisi membentuk tim gabungan guna mengusut tuntas kasus penyiraman air keras dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pembentukan satgas diprediksi bakal menjadi isu hukum dan HAM dalam debat Pilpres 17 Januari mendatang.

    "Saya melihat akan ada isu Novel Baswedan, prediksi saya pada panggung perdebatan besok. Makanya itu disadari oleh kubu Pak Jokowi, artinya begini kalau dibandingkan dengan melakukan sesuatu dan tidak melakukan sesuatu, pasti akan mengambil posisi opsi melakukan sesuatu meskipun orang akan mengkritiknya karena ini menghadapi debat," kata Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto, Sabtu 12 Januari 2019.

    Dia menyebut, dengan adanya satgas gabungan menjadi bentuk bela diri Jokowi terkait penyelesian kasus tersebut. Kendati begitu, Gun Gun menyebut kapitalis waktu pembentukan satgas menjadi celah untuk paslon nomor urut 02.

    "Kenapa timingnya menjelang debat, itu pasti yang dikapitalisasi adalah timing kritik terhadap kubu Pak Jokowi adalah kenapa kemarin-kemarin nggak. Kalau melakukan kapitalisasi pasti disitu," kata dia.

    Sebelumnya, Kapolri Jendral Tito Karnavian akhirnya mengeluarkan surat perintah pembentukan tim gabungan penyidikan untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

    "Bahwa itu benar Kapolri sudah mengeluarkan surat perintah tersebut atas tindak lanjut rekomendasi Komnas HAM terhadap ranah Polri dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jumat 11 Januari 2019.

    Rekomendasi Komnas HAM itu diserahkan ke Polri pada 21 Desember 2018. Hampir sebulan setelah diterima, Kapolri Tito kemudian meneken tanda tangan pembentukan tim gabungan tersebut pada 8 Januari 2019.

    "Yaitu untuk membentuk tim gabungan yang terdiri atas kepolisian, KPK, tokoh masyarakat, pakar, dan pihak lain yang dibutuhkan paling lambat 30 hari setelah rekomendasi diterima," jelas Iqbal.

    Dalam surat bernomor sgas/3/I/HUK.6.6/2019 itu, Kapolri memimpin langsung tim. Ada 65 nama gabungan komponen Polri dan masyarakat yang tercantum dalam daftar tim gabungan untuk penyidikan kasus Novel. (*)


    Sumber: Liputan6.com/merdeka.com



     
    Berita Lainnya :
  • Satgas Kasus Novel Dinilai Taktik Kubu Jokowi Tangkis Kritik Saat Debat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved