www.kapurnews.com
 
Faisal Basri Sebut Indonesia 2 Tahun Lagi Defisit Energi
Minggu, 28-07-2019 - 19:49:32 WIB
Faisal Basri
TERKAIT:
 
  • Faisal Basri Sebut Indonesia 2 Tahun Lagi Defisit Energi
  •  


    KapurNews.com - Indonesia diperkirakan akan mengalami defisit energi pada 2021 mendatang. Jika pihak-pihak terkait tak melakukan usaha apapun, alias hanya melakukan kegiatan seperti biasanya. Dalam jangka panjang defisit energi ini akan mencapai total 3% dari PDB Indonesia atau US$ 80 miliar pada 2040 mendatang.

    Ekonom Faisal Basri mengatakan salah satu faktor pendorongnya adalah Indonesia yang saat ini merupakan konsumen energi terbesar nomor empat di antara negara emerging market. Sayangnya, konsumsi yang tinggi ini tak dibarengi dengan produksi energi yang tinggi pula, sebaliknya Indonesia masih mengimpor mayoritas energi yang dikonsumsi.

    "Namun, kita harus waspada, karena defisit energi sudah di depan mata. Mulai 2021 diperkirakan kita sudah mengalami defisit energi. Defisit energi akan mengakselerasi jika kita tidak melakukan apa-apa (business as usual). Defisit energi bisa mencapai US$ 80 miliar atau 3% PDB pada 2040," kata Faisal di Jakarta, Minggu 28 Juli 2019.

    Dia menjelaskan, konsumsi energi Indonesia tumbuh 4,9% pada 2018. Sedang pertumbuhan penduduk terus naik di atas 1%.

    Kondisi tersebut sayangnya tak dibarengi dengan produksi energi, terutama minyak dan gas yang tinggi pula. Menurut Faisal, produksi energi Indonesia secara konsisten mengalami penurunan.

    Sementara itu Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad menjelaskan, tingginya konsumsi energi yang tak dibarengi dengan produksi ini menyebabkan defisit neraca perdagangan, hingga defisit transaksi berjalan (CAD).

    Hingga saat ini, puncaknya pada tahun 2014 yang lalu dimana defisit migas mencapai US$ 13,4 miliar dan pada Januari-Juni 2019, defisit tersebut mencapai US$ 4,78 miliar. Jumlah ini lebih rendah di periode tersebut dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 5,61 miliar atau telah turun 14,88 %.

    "Meski demikian, melihat perkiraan kebutuhan bulanan yang besar maka diperkirakan defisit migas hingga akhir tahun 2019 akan tumbuh di atas US$ 10 miliar. Ini artinya bahwa defisit ini akan terus terjadi sepanjang produksi migas kita tetap rendah, sementara kebutuhan terus meningkat dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk, baik pemanfaatannya untuk kendaraan bermotor, rumah tangga maupun industri," jelas dia. (*)


    Sumber: CNBC Indonesia



     
    Berita Lainnya :
  • Faisal Basri Sebut Indonesia 2 Tahun Lagi Defisit Energi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Peranan Badan Kesbangpol dalam Membina Ormas dan LSM
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved