www.kapurnews.com
 
Syamsuar Sosialisasikan Program KUR kepada Petani Sawit Kabupaten Siak
Senin, 10-12-2018 - 20:29:06 WIB

TERKAIT:
 
  • Syamsuar Sosialisasikan Program KUR kepada Petani Sawit Kabupaten Siak
  •  


    KapurNews.com - Bupati Siak Syamsuar menyampaikan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI, menyediakan dana sebesar Rp5 triliun yang diperuntukan untuk peremajaan (replanting) kebun kelapa sawit masyarakat Riau. Namun disayangkan hingga saat ini pelaksanan program tersebut realisasinya terbilang rendah.

    Sebelumnya program peremajaan kebun sawit sudah disosialisasikan sejak tahun 2012 lalu dengan turun ke desa-desa menyampaikan tujuan replanting itu. Namun kurang mendapat sambutan dan perhatian dari masyarakat. Mungkin karena kredit yang mahal atau pasca replanting masyarakat kehilangan pendapatan.

    "Saat saya melakukan pertemuan dengan Direktur Jendral Perkebunan RI beberapa waktu lalu di Jakarta saya menyampaikan, ini merupakan tantangan bagi saya dan segera akan memanggil dan mengumpulkan pihak-pihak yang terkait untuk memberikan penjelasan apa yang menjadi masalah sehinga masyarakat tak mau replanting sementara duit sudah ada,” kata Syamsuar pada acara Percepatan Peremajaan Kebun Kelapa Sawit di Kabupaten Siak di Gedung Tengku Mahratu Siak, Senin 10 Desember 2018.

    Dia menambahkan, semestinya program yang sudah disiapkan pemerintah pusat jangan disia-siakan. Ini merupakan kesempatan emas bagi kita dan hendaknya dimanfaatkan. Riau salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia menjadi tujuan pemerintah pusat dalam program kredit usaha rakyat (KUR) khusus Peremajaan Sawit Rakyat (PRS).

    Dulu peremajaan kebun sawit persyaratannya cukup ketat harus 300 hektare dulu, kemudian mengunakan apalis. Saat ini persyaratan peremajaan sawit sudah dipermudah oleh pemerintah dengan sesederhana mungkin, tujuannya agar masyarakat segera melakukan peremajaan kebun sawit yang di prioritas usia di atas 25 tahun.

    "Kalau dulu ok lah peremajaan kebun sawit persyaratanya berat, namun dengan adanya perubahan penyerderhanaan urusan, tetapi progresnya tetap rendah, lalu ini ada apa,” tegasnya.

    Ia mengimbau para camat yang hadir bersama kepala kampung untuk cek dan mendata kebun sawit milik warga yang usianya di atas 25 tahun. Agar melaporkan kepadanya berapa sesungguhnya jumlah data ril kebun sawit warga yang usinya di atas 25 tahun.

    “Senganja saya kumpulkan camat pada hari ini saya meminta data ril nih jumlah lahan sawit warga yang usiannya di atas 25 tahun, dalam minggu ini saya sudah dapat, dengan data ini sehingga kita tahu desa yang mana yang di lakukan peremajaan,” terangnya.

    Pada kesempatan itu Syamsuar juga menjelaskan, camat harus bisa menjelaskan kepada warga prioritas eeplanting usia sawit di atas 25 tahun, atau ada masyarakat yang memiliki kebun sawit yang bibitnya tidak elok juga dapat dibantu melalui program ini.

    Kemudian para camat juga diminta menyampaikan kepada warga peremajaan buka untuk sawit plasma saja namun untuk seluruh kebun sawit termasuk juga petani swadaya. Sasaran replanting ini tidak hanya menyangkut kelapa sawit plasma tapi semua perkebunan kelapa sawit dan menyentuh seluruh pekebun kelapa sawit. 

    Bupati juga menginstruksikan kepada Dinas terkait dan para camat untuk mendata kembali luas dan lokasi replanting berdasarkan daerah masing-masing. Program ini juga merupakan program nasional untuk mensejahterakan masyarakat.

    Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Siak Budiman Safari mengatakan, realisasi usulan peremajaan kelapa sawit untuk Kabupaten Siak tahun 2018 seluas 1.383 Ha. Sedangkan potensi luas yang belum diremajakan seluas 23.091 Ha dan baru 1.709,83 Ha yang sudah diremajakan.

    "Kita mengusulkan peremajaan kebun sawit tahun 2018 seluas 2.470 Ha. Dan tersebar di Kerinci Kanan, Dayun, Lubuk Dalam, Koto Gasib dan Kandis," ungkapnya.

    Untuk dapat meremajakan kebun kelapa sawit ada beberapa kriteria diantaranya umur tanaman diatas 25 tahun atau produktivitas kurang dari 10 Ton TBS/Ha/Thn. Kepemilikan lahan maksimum seluas 4 Ha per KK dan dapat diberikan secara bertahap.

    Hal terpenting adalah lahan tidak berada dalam kawasan hutan lindung, hutan suaka alam, HPT dan kawasan terlarang lainnya. Selama proses replanting, pemerintah baik pusat maupun provinsi.

    "Kita bersama Ditjen Perkebunan akan turun dan melakukan pendampingan sampai proses penanaman kembali," terangnya. (kpr/rls)




     
    Berita Lainnya :
  • Syamsuar Sosialisasikan Program KUR kepada Petani Sawit Kabupaten Siak
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved