www.kapurnews.com
 
Sistem Penilaian SBMPTN Diubah Ini Komentar Kemristekdikti
Jumat, 13-04-2018 - 14:31:35 WIB

TERKAIT:
 
  • Sistem Penilaian SBMPTN Diubah Ini Komentar Kemristekdikti
  •  

    KapurNews.com - Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Intan Ahmad mengatakan sistem penilaian baru Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan hasil kajian yang mendalam.

    "Ini sudah mengikuti kajian yang mendalam dan oleh ahli dan itu sesuatu yang dilakukan oleh negara maju agar seleksi mahasiswa menjadi lebih adil," ujar Intan di Jakarta, baru-baru ini.

    Menurut dia, dengan sistem penilaian baru tersebut, jika menjawab salah dan tidak menjawab maka nilainya nol lebih adil dibandingkan sistem plus dan minus.

    Intan memberi contoh jika perguruan tinggi hanya menerima 200 orang, jika menggunakan sistem penilaian baru akan lebih mudah menentukan siapa yang berhak untuk masuk ke perguruan tinggi negeri tersebut.

    "Dengan model penilaian baru tersebut, lebih mudah membedakan dan bisa melihat dengan tajam kemampuan calon mahasiswa satu dengan yang lainnya."

    Intan menjelaskan sistem penilaian baru tersebut merupakan bagian dari perbaikan terus-menerus yang dilakukan oleh panitia pusat SBMPTN.

    Sebelumnya diberitakan, Panitia Pusat SBMPTN mengganti metode penilaian pada SBMPTN 2018 dengan tidak hanya memperhitungkan jumlah soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh peserta, tetapi juga memperhitungkan karakteristik setiap soal khususnya tingkat kesulitan dan sensitivitasnya dalam membedakan kemampuan peserta.

    Metode penilaian oleh panitia pusat dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama, seluruh jawaban peserta SBMPTN 2018 akan diproses dengan memberi skor stau pada setiap jawaban yang benar dan nol untuk setiap jawaan yang salah atau tidak dijawab.

    Tahap dua dengan menggunakan Teori Response Butir, maka setiap soal akan dianalisis karakteristiknya, di antaranya adalah tingkat kesulitan relatifnya terhadap soal yang lain, dengan mendasarkan pada pola respon jawaban seluruh peserta tes 2018.

    Tahap ketiga adalah karakteristik soal yang diperoleh pada tahap dua, kemudian digunakan untuk menghitung skor setiap peserta. Soal-soal sulit akan mendapatkan bobot lebih tinggi dibanding soal yang lebih mudah. Tahap-tahap penghitungan skor dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi dibidang pengujian, pengukuran dan penilaian. (*)

    sumber: okezone



     
    Berita Lainnya :
  • Sistem Penilaian SBMPTN Diubah Ini Komentar Kemristekdikti
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    3 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    4 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    5 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    6 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    7 Bertemu dengan Kadis Dipersip, Mahasiswa Kuansing di Jogya Dukung Gerakan Ayo Membaca
    8 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
    9 Mantap!, Bupati Mursini Sebut Kuansing Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Riau
    10 Warga Kota Tengah Rohul Keluhkan Kondisi Jalan yang Rusak Menahun
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved