www.kapurnews.com
 
KNPB Sebut Kapolri Membalikkan Fakta Masalah Papua
Sabtu, 07-09-2019 - 16:36:25 WIB
Demo pemuda Papua di Istana. (cnn indonesia)
TERKAIT:
 
  • KNPB Sebut Kapolri Membalikkan Fakta Masalah Papua
  •  


    KapurNews.com - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menanggapi pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait dalang di balik masalah Papua.

    Ketua Umum KNPB Agus Kossay menyebut Tito telah mengkambinghitamkan organisasinya.

    Tito sebelumnya menyebut dalang di balik aksi berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat adalah KNPB dan The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

    Agus Kossay menyatakan pihaknya tak terima dituduh sebagai aktor intelektual di balik aksi serta bertanggung jawab atas semua perusakan fasilitas dan korban di Papua.

    "Komite Nasional Papua Barat melihat pernyataan Kapolri Jendral Tito Karnavian seolah membolak-balikkan fakta yang sebenarnya, kemudian mengkambing hitam KNPB, ULMWP, dan rakyat West Papua yang sedang berjuang hak penentuan nasib sendiri secara damai di West Papua," kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu 7 September 2019.

    Dia mengatakan tudingan Kapolri justru menunjukkan bahwa negara tak mampu mengungkap aktor intelektual perusakan bendera Merah Putih dan tindakan rasisme di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya. Kejadian pada 16 Agustus lalu itu dinilai memicu aksi massa di Papua dan Papua Barat.

    "Sampai saat ini aparat penegak hukum belum mengungkapkan pelaku pengerusakan tiang bendera merah putih di depan asrama mahasaiswa Papua dan pelaku pelaku yang melakukan ujaran kebencihan rasisme di surabaya," kata Agus.

    Agus mengatakan seharusnya aparat melakukan penegakan hukum secara jujur dan adil. Dia juga mendesak aparat membebaskan semua peserta aksi yang ditahan.

    Di tempat terpisah, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan tak menjelaskan secara rinci ketika ditanya terkait pelaku perusakan bendera di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya.

    "Sudah ditindaklanjuti, rasisme juga terus kami akan kembangkan, masalah hoaks terus kami akan lakukan, terkait dengan Papua ada dari Kebumen terakhir, ada tiga yang kami tahan," kata Luki saat konferensi pers di Mapolda Jatim, Surabaya, Sabtu 7 September 2019.

    Saat berkantor di Jayapura, Tito mengatakan KNPB dan ULMWP bertanggung jawab atas kerusuhan di Papua dan Papua Barat belakangan ini. Atas dasar itu, kata Tito, masyarakat diimbau tak terpengaruh dengan isu-isu yang dikemas untuk membuat rusuh di Papua.

    "ULMWP dan KNPB bertanggung jawab terhadap berbagai aksi yang terjadi dan nama-namanya sudah ada, sehingga penegakan hukum akan dilakukan," ujar Tito.


    sumber: cnnindonesia




     
    Berita Lainnya :
  • KNPB Sebut Kapolri Membalikkan Fakta Masalah Papua
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 Peranan Badan Kesbangpol dalam Membina Ormas dan LSM
    9 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    10 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved