www.kapurnews.com
 
Buya Syafii Sebut Razia Buku Bertema Komunis Bentuk Pembodohan
Rabu, 09-01-2019 - 20:15:13 WIB
Kodim Kediri amankan buku tentang komunis. (Merdeka.com)
TERKAIT:
 
  • Buya Syafii Sebut Razia Buku Bertema Komunis Bentuk Pembodohan
  •  


    KapurNews.com - Belum lama ini TNI menyita buku yang dianggap bertema komunis. Razia buku ini dilakukan di dua kota yaitu Kediri dan Padang. Mantan Ketua PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif mengkritik razia dan penyitaan buku.

    Buya mengakui ada Tap MPRS terkait pelarangan ajaran komunis, tetapi tidak semua buku bisa dirazia. Menurutnya razia buku harus didasari pada alasan kuat.

    "Aparat juga harus cerdas ya. Enggak semua (buku) harus dilarang. Itu juga (aparat) yang melarang tidak punya alasan yang sangat kuat. Menurut saya itu juga pembodohan," ujar Buya Syafii, Rabu 9 Januari 2019.

    Anggota Dewan Penasehat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini menganggap razia buku harus dilakukan secara selektif. Sebelum merazia pun semestinya isi buku harus diketahui terlebih dahulu.

    "Aparat juga harus belajar. Proses pencerdasan dan mencerdaskan kehidupan bangsa itu keseluruhan, termasuk aparat. Harus cerdas. Betul-betul pandai secara selektif mana yang berbahaya," urai tokoh senior Muhammadiyah ini.

    Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menganggap jika paham komunis di banyak negara sudah jatuh. Selain itu paham komunis pun dinilai Buya Syafii sudah diarak ke dalam museum sejarah.

    "Komunis itu sudah jatuh di mana-mana (di banyak negara). Kenapa takut sama komunis? Gimana? Komunisme itu sudah diarak ke museum sejarah. Kenapa harus takut lagi?," tutup Buya Syafii.

    Diberitakan sebelumnya, Kodim /0809 Kediri dalam hal ini Koramil 0809/11 Pare serta anggota Polres Kediri menyita ratusan buku bertema komunis dari tiga toko buku di wilayah Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri. Dari berbagai judul buku yang disita, dua di antaranya adalah tulisan aktivis Soe Hok Gie, Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan dan Di Bawah Lentera Merah.

    Tiga toko buku tersebut antara lain Toko Buku Q Ageng satu dan dua di Jalan Brawijaya No. 67 Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri dan Toko Buku Abdi Jalan Brawijaya No. 123. Dari tiga toko tersebut milik dua orang pemilik

    Pengamanan 160 buku-buku paham komunis ini berawal dari laporan informasi Babinsa yang ditugaskan dalam Bantuan Personel (BP) Unit Intelijen Koramil Pare . Petugas mendatangi tiga toko tersebut untuk melakukan pengamanan buku-buku berpaham komunis.

    Setelah dilakukan pengamanan ratusan buku tersebut kemudian diamankan di tiga tempat yakni Koramil 0809/11 Pare, Polres Kediri dan Kesbangpol Kediri.

    Pengamanan buku-buku tersebut dalam rangka menghindari keresahan di masyarakat. Kemudian mulai hari ini akan dilakukan kajian oleh Kejaksaan Kabupaten Kediri bersama, TNI, Polri dan Kesbangpol. Kita bareng-bareng melakukan kajian, nanti hasilnya bagaimana kita tunggu saja, kata Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, M.Si, (Han) Dandim, Kamis 27 Desember 2018 lalu.

    Penjualan buku paham komunis ini dianggap bertentangan dengan Tap MPRS No 25 Tahun 1966 Tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia. Sementara itu, pemilik toko akan dihadirkan ke Markas Koramil Pare untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (*)

    Sumber: merdeka.com



     
    Berita Lainnya :
  • Buya Syafii Sebut Razia Buku Bertema Komunis Bentuk Pembodohan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved