www.kapurnews.com
 
Dugaan Suap Anggaran di Bakamla, KPK Buru Kader PDIP
Jumat, 28-12-2018 - 13:42:51 WIB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah
TERKAIT:
 
  • Dugaan Suap Anggaran di Bakamla, KPK Buru Kader PDIP
  •  


    KapurNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencari politikus PDI Perjuangan sekaligus mantan staf khusus Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Ali Fahmi Habsyi. Lembaga antikorupsi itu membutuhkan keterangan Ali Fahmi dalam kasus dugaan suap pengurusan anggaran Bakamla.

    "KPK juga lakukan proses pencarian karena kami masih butuh pemeriksaan terhadap yang bersangkutan dalam penyidikan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jumat 28 desember 2018.

    Febri mengatakan, pihaknya akan terus mencari Ali Fahmi setelah penyidik KPK mengembangkan kasus tersebut dan menjerat Managing Director PT Rohde and Schwarz Indonesia Erwin Sya'af Arief sebagai tersangka. Erwin adalah tersangka ketujuh dalam kasus ini.

    "Tentu karena penyidikan ini juga masih berjalan kami masih akan melakukan proses pencarian," ujar Febri. 

    Febri menyatakan pihaknya belum bisa memasukkan nama Ali Fahmi dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena statusnya masih sebagai saksi. 

    Ali Fahmi yang merupakan kader PDIP duduk sebagai staf kepala Bakamla khusus Bidang Perencanaan dan Anggaran. Dia diduga menjadi perantara untuk meloloskan anggaran di DPR. 

    Sejak tahun lalu, penyidik KPK seakan kehilangan jejak Direktur Utama PT Viva Kreasi Investindo tersebut. Ali Fahmi tak pernah berhasil dihadirkan penyidik KPK, baik dalam proses penyidikan maupun persidangan para terdakwa dalam kasus ini.

    Berdasarkan fakta persidangan, Ali Fahmi dikenalkan oleh mantan Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin ke mantan anggota Komisi I DPR dari Fraksi Golkar Fayakhun Andriadi. 

    Ali Fahmi pun menawarkan diri ke Direktur Utama PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah untuk membantu meloloskan anggaran dan menjamin perusahaannya mendapat proyek di Bakamla. Atas jasanya membantu mengurus anggaran, Ali Fahmi diduga mendapat uang sejumlah Rp24 miliar dari Fahmi. 

    Terbaru, Ali Fahmi disebut oleh Fayakhun mengenalkan dirinya kepada tiga orang yang diklaim sebagai keluarga Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta sekitar 2016. Namun, Fayakhun mengaku lupa nama ketiga orang itu. 

    "Saya lihat dia [Fahmi] bersama teman dan saya dikenalkan tiga orang. Katanya dari keluarga Solo, ada satu agak tua om-nya Pak Jokowi, adik Pak Jokowi, dan ipar Pak Jokowi," ujar Fayakhun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. (*)

    Sumber: cnnindonesia.com



     
    Berita Lainnya :
  • Dugaan Suap Anggaran di Bakamla, KPK Buru Kader PDIP
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved