www.kapurnews.com
 
Bupati: 23 Meninggal Akibat Tsunami Selat Sunda
Minggu, 23-12-2018 - 08:57:04 WIB

TERKAIT:
 
  • Bupati: 23 Meninggal Akibat Tsunami Selat Sunda
  •  


    KapurNews.com - Bupati Pandeglang Irna Narulita mengumumkan sebanyak 23 orang meninggal dan 288 orang mengalami luka-luka akibat tsunami di perairan Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu 22 Desember 2018 malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun telah memastikan bahwa gelombang tinggi di Selat Sunda semalam adalah tsunami.

    "Baru 23 orang meninggal, 288 terdata luka-luka,” kata Irna dikutip dari wawancara dengan TVOne, Minggu 23 Desember 2018.

    Saat ini, Irna mengatakan tim dari TNI, Polri, Tagana, dan relawan lainnya sedang bergerak mengevakusi korban. Namun, tim mengalami kendala akibat hujan deras. Dia mengatakan sudah ada alat-alat berat di sejumlah lokasi, seperti ada lima eskavator, lima alat berat, mobil bak terbuka.

    Berdasarkan laporan petugas di lapangan, Irna mengatakan, warga membutuhkan selimut, makanan ringan, dan persediaan yang ada. Dia terus mengupayakan melayani korban bencana.

    "Yang paling dibutuhkan selimut, pakaian kering, dan makanan," ujar dia.

    Baca juga: BMKG: Tsunami Anyer Disebabkan Fenomena Alam Ganda

    Dia mengatakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat segera mendirikan dapur umum untuk para korban. Sebab, banyak korban yang menyelamatkan diri tanpa membawa barang bawaan apa pun.

    Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, kondisi hujan lebat menjadi kendala evakuasi korban di lapangan. Saat ini, dia memberikan instruksi pada polsek untuk bekerja sama Muspika, seluruh camat, puskesmas untuk bergeser ke kecmatan yang butuh bantuan atau terdampak tsunami.

    "Kita kerja keroyokan sama-sama, baik evakusi atau bantu warga,” kata Indra.

    BMKG memperkirakan masih akan ada tsunami susulan terjadi di perairan Selat Sunda. Sebab, BMKG tidak bisa memprediksi sampai kapan aktivitas Gunung Anak Krakatau berhenti.

    “Masih akan ada tsunami susulan. Tremor, guncang lereng Gunung Anak Krakatau, kalau itu rontok akan terjadi (tsunami lagi),” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

    Dengan kondisi ketidakpastian tersebut, dia mengimbau masyarakat jangan kembali ke pantai dahulu. Sebab, berdasarkan papan pengukuran (tide gauge), saat ini tremor masih berjalan.

    "Jangan kembali sampai ada perkembangan informasi bencana selanjutnya," ujar dia. (*)

    Sumber: Republika



     
    Berita Lainnya :
  • Bupati: 23 Meninggal Akibat Tsunami Selat Sunda
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved