www.kapurnews.com
 
Anak Buah Kena OTT KPK, Menpora Ngaku Baru Tahu Ada Dana Hibah ke KONI
Kamis, 20-12-2018 - 19:57:48 WIB
Imam Nahrawi
TERKAIT:
 
  • Anak Buah Kena OTT KPK, Menpora Ngaku Baru Tahu Ada Dana Hibah ke KONI
  •  


    KapurNews.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berjanji kooperatif kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Deputi Kemenpora, Selasa lalu. 

    Namun dia berharap masyarakat tidak membangun opini terlebih dahulu hingga pihak yang berwenang memberikan keterangan yang benar. "Kita akan akomodatif, karena ini penegakan hukum. Tentu sudah disampaikan kan tersangkanya. Tapi jangan membangun opini dulu sebelum ada keterangan resmi," ujar Menpora di Solo, Kamis 20 Desember 2018

    Yang pasti, lanjut dia, Kemenpora akan membantu KPK. Imam menyampaikan, peristiwa OTT tersebut akan dijadikan pelajaran penting bagi internal Kemenpora agar betul-betul menyesuaikan dengan aturan main dan undang-undang yang berlaku. Menpora mengaku baru mengetahui jika ada program penyaluran bantuan ke KONI.

    "Saya juga baru tahu kalau ada program dari KONI seperti itu, baru tahu saya. Kita rapim kemarin, baru tahu," katanya.

    Lebih lanjut Menpora mengemukakan telah memberhentikan Deputi IV Kemenpora tersebut. Pihaknya juga langsung mengisi pos-pos yang ditinggalkan, sehingga kinerja di Kementerian yang dia pimpin tidak terganggu.

    "Semua tetap berjalan, tidak akan terganggu. Tadi pagi sudah saya tandatangani penggantinya. Masih bersifat Plt, pelaksana tugas," katanya.

    Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebut peran dari Menpora Imam Nahrawi signifikan dalam pencairan dana hibah dari Kemenpora untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

    Meski menyatakan peran Imam Nahrawi signifikan, namun Saut belum mau menyimpulkan lebih jauh soal keterlibatan Imam dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi dana hibah dari Kemenpora ke KONI.

    "Saya belum bisa menyimpulkan itu. Tapi indikasinya memang peranan yang bersangkutan (Imam Nahrawi) signifikan ya," ujar Saut di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 19 Desember 2018.

    Saut memilih untuk sabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada tim penyidik KPK untuk mencari keterangan dan bukti keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

    "Nanti kita lihat dulu. Karena kalau kita lihat jabatannya (Menpora) kan, itu bisa kita lihat seperti apa kemudian peranannya seperti apa. Ada beberapa yang tidak konfirm satu sama lain tentang fungsinya, nanti kita lihat dulu," kata Saut.

    Saut menyebut pihaknya menemukan banyak indikasi tindak pidana korupsi yang terjadi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Saut pun meminta Menpora Imam Nahrawi dan jajarannya serius melakukan pembenahan dan pengawasan di kementeriannya. Terutama terkait dengan penggunaan dana bantuan dari pemerintah untuk organisasi-organisasi terkait.

    "Jangan sampai alokasi dana hibah yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia justru menjadi ruang bancakan karena lemahnya pengawasan dan mekanisme pertanggungjawaban keuangan yang tidak akuntabel," ujar Saut.

    Sebelumnya, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran bantuan dari Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

    Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA).

    Diduga Adhi Purnomo dan Eko Triyanto menerima pemberian sekurang-kurangnya Rp 318 juta dari pengurus KONI. Selain itu, Mulyana juga menerima Rp 100 juta melalui ATM. Selain menerima uang Rp 100 juta melalui ATM, Mulyana juga sebelumnya sudah menerima suap lain dari pejabat KONI. Yakni 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit Samsung Galaxy Note 9, dan uang Rp 300 juta dari Jhony.

    Uang tersebut diterima Mulyana, Adhi, dam Eko agar Kemenpora mengucurkan dana hibah kepada KONI. Dana hibah dari Kemenpora untuk KONI yang dialokasikan sebesar Rp17,9 miliar.

    Di tahap awal, diduga KONI mengajukan proposal kepada Kemenpora untuk mendapatkan dana hibah tersebut. Diduga pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai akal-akalan dan tidak sesuai kondisi sebenarnya.

    Sebelum proposal diajukan, diduga telah ada kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp17,9 miliar, yaitu sejumlah Rp3,4 miliar. (*)

    Sumber: merdeka.com



     
    Berita Lainnya :
  • Anak Buah Kena OTT KPK, Menpora Ngaku Baru Tahu Ada Dana Hibah ke KONI
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    PILIHAN EDITOR
    Dibuka Romi, 140 Peserta Perebutkan Tropi Andi Putra
    Buka FKI 2017, Ini yang Disampaikan Bupati Wardan Dihadapan Lebih dari 20.000 Masyarakat
    Ini Cerita Rana Hauna Hafizhah Pembawa Baki Bendera Merah Putih
    Mantap! Siswi MIN Pangean Raih Emas Diajang Aksioma Tingkat Nasional
    Muhammad Bakri Ikuti Seleksi Pilar-Pilar Sosial Tingkat Nasional
     
     
    INDEKS BERITA
    1 3 Bendahara Bapenda Riau Ditahan, Rekan Kerja Menyaksikan dengan Isak Tangis
    2 10 Kepala Daerah di Riau Deklarasi Dukung Jokowi Ditegur Gubernur
    3 Terkait Pemasangan Baliho Mardianto Manan, Ini Penjelasan Koodinator Tim Pemenangan
    4 Pelayanan Kesehatan Amburadul, Mahasiswa Datangi Diskes Inhil
    5 Para Suami Jangan Santai, Waspada Tanda-Tanda Istri Mulai Bosan
    6 Umat Muslim Haram Gunakan Atribut Non-Islam
    7 45 Warga Mandah Inhil Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan
    8 IPRY Siap Jadi Duta Pariwisata dan Budaya Kuansing
    9 Hasil Evaluasi, Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Pemkab Bengkalis Tahun 2017
    10 Duh! Situs Diskominfotik Bengkalis Diretas
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2017 PT. KAPUR MEDIA INDONESIA, All Rights Reserved