Kapur News
Rabu, 22 Oktober 2014
Home / Pendidikan
Angka Pertumbuhan Narkoba Tinggi di Batam
Kapurnews.com | Jumat, 3 Mei 2013 12:04 WIB
Narkoba.jpg
Batam, kapurnews.com-Angka pertumbuhan pengguna dan pengedar narkoba di Provinsi Kepulauan Riau secara stastistik mengalahkan angka pertumbuhan yang sama di tingkat nasional.

Berdasarkan paparan Direktur Advokasi dan Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjend Pol.Dr.Viktor Pudjiadi,SpB,FICS,DFM kepada ratusan pelajar SMP,SMA dan Guru yg hadir dalam forum sosialisasi dampak Penyalahgunaan narkoba di Hotel Pusat Informasi Haji Batam, Kamis (2/5), data yang ada menyebutkan pengguna narkoba di Provinsi Kepulauan Riau tercatat 4,3 persen dari total jumlah penduduk Kepri.

Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pengguna dan pengedar narkoba di tingkat nasional, pada tahun lalu tercatat 2.2 persen dari total jumlah penduduk.

"Ini merupakan problem semua, yang jelas sekarang kita tidak bisa berdiam diri. Harus berangkulan mencegahnya," sebut Viktor dihadapan Wakil Walikota Batam, Rudi.

Angka sebesar itu lanjut viktor, penyumbang terbesarnya yaitu Batam dan Tanjungpinang. Daerah lainnya bukan berarti bersih tapi dua daerah itu ibaratnya seperti basis tumbuhnya angka~angka tersebut.

"Batam sekaligus menjadi pintu masuk barang haram tersebut. Sasaran pengguna kebanyakan kalangan remaja dan pelajar," ujarnya.

Pada praktiknya, pengedar menggunakan beragam instrumen untuk memasarkan dan menyeludupkan barang haram itu dari luar negeri. Bahkan ada tren baru, para bandar narkoba telah berani menjual barang haram miliknya melalui situs pertemanan jejaring sosial seperti facebook, bbm dan twitter. Modusnya seperti apotik online.

Lantas apa komentar Rudi selaku wakil wali kota batam? Dalam forum yg digelar direktorat jenderal informasi dan komunikasi publik kementerian kominfo itu, terlihat dari ucapan beliau bahwa pemkot Batam belum begitu serius dan fokus menanggapi persoalan yang ada. Buktinya, program pencegahan dan pengendalian yg dilakukan selama ini, masih belum menyatu antara satu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada dengan SKPD lainnya.

"Biar terintegrasi, kedepan masalah ini akan saya bicarakan dengan pimpinan SKPD yang terlibat menangani urusan tersebut," sebutnya.

Namun tampaknya Rudi tidak ingin persoalan pengawasan terhadap penyalahgunaan narkoba ini, penyelesaiannya tidak hanya dibebankan kpd pemerintah dan aparat penegak hukum saja.

Keluarga anak dan guru disekolah katanya harus menjadi pioner untuk mengawasi perubahan prilaku anak terutama saat mereka ada dilingkungan teman sebayanya.

"Dulu ada wacana untuk melakukan test urine pelajar di Batam. Atas  beragam pertimbangan, wacana itu tidak terealisasi sampai sekarang," bebernya.

Tapi dia janji, segera membicarakan instrumen yang pantas untuk hal tersebut agar jumlah pengguna narkoba di batam semakin berkurang.

"Saya kadang juga heran. Semakin banyak sosialisasi, jumlah pemakai masih tetap tidak berkurang," tegasnya.

Diakhir penyuluhan, ratusan pelajar dan guru smp serta sma di batam membubuhkan tanda tangan melalui spanduk anti narkoba yg disiapkan Kementerian Kominfo RI. (Sel/knc)


Komentar

© 2011 - 2014 kapurnews.com. All Right Reserved | Redaksi | Contact Us | Info iklan | Website By Web Design